Rabu, 15 Juni 2016

Belajar dari Surat Luqman ayat 1-11

Hari ini saya Alhamdulillah sudah hafal Surat Luqman ayat 1 -11, belum satu surat namun saya bersyukur mampu menghafal 11 dari 34 ayat di Surat Luqman ini. Kini saatnya saya untuk memahami makna yang terkandung dari ayat yang sudah saya hafalkan.

Pada awal surat ini Allah menjelaskan kepada kita umat Islam mengenai apakah Al-Quran ini.

Dari Ayat kedua dan ketiga surat makiyah ini Allah menyebutkan jika Al-Quran ini adalah kitab yang mengandung hikmah yang merupakan petunjuk dan Rahmat bagi orang yang mengerjakan kebaikan.

Lalu siapakah orang yang mengerjakan kebaikan ini. Allah menjelaskannya di ayat keempat, yaitu orang yang mengerjakan sholat, menunaikan zakat dan meyakini akan adanya kehidupan akhirat.

Jika Anda sholat, zakat dan percaya akan adanya kehidupan akhirat, insyaAllah Anda termasuk orang baik yang dimaksud oleh Allah.

Kemudian jika kita adalah orang baik tersebut, apa keuntungannya. Allah menjelaskan di ayat kelima bila orang baik tersebut itulah yang akan mendapat petunjuk dari Allah. Dan orang yang mendapat petunjuk dari Allah adalah orang yang beruntung.

Sebagai kontra dari orang baik yang dimaksudkan di atas saya sebut orang jahat. Di ayat keenam dan ketujuh Allah memberikan ciri-cirinya yakni orang yang menggunakan kata-kata yang tidak berguna untuk menyesatkan orang lain dari jalan Allah dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan (nyepelek ke atau meremehkan ayat Allah).

Kemudian di ayat ketujuh jika ia dibacakan dalam artian diberitahu ayat Allah dia berpaling dengan menyombongkan diri seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya (alias ngeyel tidak mau menerima kebenaran Al-Quran).

Dan balasan bagi orang yang saya sebut jahat tersebut adalah azab yang menghinakan. Bahkan di ayat ketujuh Allah menyuruh kita memberi kabar gembira dengan azab yang pedih.

Nah keunikannya di sini bagaimana cara menyampaikan kabar gembira namun isi dari yang disampaikan tersebut adalah azab yang pedih.

Menurut pemahaman saya dari ayat ini adalah kita menyampaikan azab pedih tersebut dengan menunjukkan kepada dia apa yang kita peroleh dengan menjadi orang baik, dengan demikian orang jahat tersebut sudah merasa pedih di hati (kemropok kalau bahasa Jawa).

Poin terpentingnya adalah Allah tidak mengajarkan kita untuk membalasnya namun sebaliknya menyuruh kita untuk lebih berbuat baik lagi agar orang tersebut mendengar kabar tentang apa yang kita dapatkan dengan menjadi orang baik.

Terus apa yang kita dapatkan dengan menjadi orang baik dijelaskan Allah di ayat kedelapan dan kesembilan yakni Allah menjanjikan surga yang penuh kenikmatan yang kekal. Yang berjanji di sini adalah Allah dengan statement-Nya Maha Perkasa (punya otoritas) dan Maha Bijaksana (adil dalam memberi balasan).

Di ayat sepuluh dan sebelas Allah menunjukkan kuasanya kepada para makluqnya dengan menunjukkan ciptaan-ciptaan Nya yang sempurna dan menantang menunjukkan apa yang sudah diciptakan sembahan-sembahan orang jahat tersebut, dan tentu saja tidak ada karena segala sesuatu hanya dari Allah SWT.

Kesimpulan

Al-Quran merupakan hikmah (pelajaran) dan petunjuk serta Rahmat bagi manusia untuk berbuat baik. Perbuatan baik bukan hanya sebatas perbuatan baik, namun perbuatan yang didasari dengan sholat, zakat dan percaya adanya Akhirat.

Kemudian orang yang suka membengkokkan orang dari jalan Allah akan diberi azab yang menghinakan.


Postingan ini adalah dari pemahaman saya sendiri . Jika ada kesalahan saya meminta-maaf yang sebesar-besarnya.


Semoga kita semua dapat terhindarkan dari azab yang menghinakan dengan menjadi orang yang berbuat baik. Amiien















Tidak ada komentar:

Posting Komentar