Setelah beberapa hari berlalu akhirnya saya telah berhasil menghafal Surat Luqman hingga ayat ke 15. Dan kini saatnya saya mempelajari makna yang terkandung dari surat ini.
Setelah di pos yang lalu saya menulis mengenai surat Luqman ayat 1-11, kini tiba saatnya saya mulai memahami makna ayat ke 12 - 15. Pada empat ayat ini Allah menjelaskan mengenai hikmah atau pelajaran kehidupan yang diperoleh oleh orang yang bernama Luqman mengenai definisi mensyukuri nikmat Allah.
"Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". QS. Luqman:12 .
Entah kejadian apa yang dialami oleh Luqman namun dijelaskan di Al-Quran bahwasannya kejadian yang dialami Luqman itu menjadi hikmah bagi dirinya dan seluruh umat manusia mengenai mensyukuri nikmat Allah.
Tidak akan berkurang nikmat seseorang jika ia bersyukur kepada Allah atas nikmat karunia-Nya di kehidupan kita ini. Bahkan rasa syukurnya itu sesungguhnya untuk dirinya sendiri karena bersyukur atau tidaknya seorang manusia kepada Allah tidak akan mempengaruhi-Nya karena Allah akan tetap menjadi Tuhan yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Ada poin penting pada dua sifat Allah yang disebutkan dalam ayat ini, yakni Maha Kaya dan Maha Terpuji. Jika kita memperoleh kenikmatan dunia berupa kekayaan maupun pujian dari orang lain. Maka ingatlah bahwa Allah-lah yang Maha Kaya dan Maha Terpuji. Inilah yang bisa saya pahami kenapa jika kita bersyukur kepada Allah sesungguhnya ia bersyukur kepada dirinya sendiri. Dengan demikian akan berdampak kembali pada orang yang bersyukur tersebut yakni, kita sebagai manusia akan terhindar dari sifat sombong, angkuh dan merasa paling benar, paling pintar.
Poin kedua bahwasannya Allah adalah Tuhan, Dia tidak membutuhkan rasa syukur kita bahkan sebenarnya kitalah yang membutuhkan rasa bersyukur tersebut.
Di ayat ke 13 sudah jelaslah bahaya dari kufur nikmat itu. Jika orang tidak bersyukur kepada Allah apa yang terjadi, kesombongan orang tersebut akan membuat dirinya paling hebat dan berujung mempersekutukan Allah.
Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. QS. Luqman 13.
Lalu bagaimana dengan orang yang telah berbuat baik dengan kita? Apakah kita harus bersyukur kepada mereka juga? Atau hanya kepada Allah saja kita bersyukur?
Hal ini dijelaskan pada ayat ke 14 dan 15 mengenai berbakti kepada kedua orang tua adalah juga wujud kita bersyukur kepada Allah.
Bahkan jika orang tua kita tidak beriman dan menyuruh mempersekutukan Allah, kita tetap disuruh untuk berbuat baik kepada mereka. Namun jangan mengikuti mereka dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepada Allah.
Demikianlah apa yang bisa saya pahami dari QS. Luqman 12-15, bahwasanya kita sebagai manusia hendaklah mensyukuri karunia Allah di dunia ini dengan sebaik-baiknya. Dan selalu ingatlah jika Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji. Kita sebagai manusia sangatlah kecil di hadapan Allah SWT, dan hendaknya mengucap Alhamdulillah jika kita mendapatkan harta atau pujian dari orang lain. Karena segala pujian adalah milik Allah SWT. Dengan demikian kita sadar sebagai makhluk ciptaan Allah untuk dapat terhindar dari sifat sombong lagi celaka.
Bahkan mukjizat Nabi Isa As. bisa bicara saat masih bayi merupakan inti dari hikmah yang diperoleh oleh Luqman, seperti saya kutip dari QS. Maryam 30-33 berikut kalimat mukjizat yang beliau ucapkan saat masih dalam ayunan (bayi)
Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".
Banyak orang saat ini ketika mendapatkan nikmat dunia mereka mengucap Alhamdulillah tanpa mengerti maksud yang sebenarnya. Mereka hanya bersyukur secara lisan tanpa pemahaman.
Inilah saat yang tepat bagi kita semua untuk meluruskan bagaimana cara yang tepat mensyukuri nikmat Allah baik secara lisan dengan mengucap Alhamdulillah (segala puji hanya bagi Allah) dan pemahaman atas sifat Allah yang Maha Kaya (Paling Super Kaya) dan Maha Terpuji (Paling Super Terpuji). Dan bandingkan kita hanya sebagai makluqnya apa yang akan kita sombongkan di dunia ini.
Terimakasih dan Semoga kita dapat berbakti kepada kedua orang tua dan Allah tidak menjadikan kita seorang yang sombong lagi celaka. Amiien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar